Teknik Cara Mengatur Pernafasan Saat Bernyanyi




Untuk menjadi seorang vocalis di perlukan pengetahuan teknik-teknik dasar vocal

. Dimana tujuannya menghasilkan suara-suara & nada-nada yang merdu dan indah, selain itu mengetahui penggunaan pita suara kita yang benar jangan sampai rusak.
Unsur-unsur teknik vocal :
1. Sikap Badan
2. Pernafasan Diafragma
3. Pembentukan Suara
4. Artikulasi Pengucapan
5. Resonansi
6. Phrasering
7. Vibrato


Yang perlu di perhatikan dalam bernyanyi yaitu suara untuk bernyanyi tidak sama dengan suara dalam percakapan sehari-hari.
Suara untuk bernyanyi memerlukan pengelolaan yaitu dengan nada-nada yang tinggi rendah, rythem yang beraturan. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam bernyanyi.

1. Sikap Badan, berdiri atau duduk dapat dilakukan dalam bernyanyi. Tidak boleh kaku dan tegang, kedua belah tangan tidak boleh ada beban dan menggangu rongga dada, harus relax dan bebas.
2. Pernafasan adalah unsur terpenting dalam menyanyi. Mengambil udara sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan dengan hemat dan perlahan-lahan. Pernafasan dada dan perut tidak baik karena sangat dangkal dan tidak dapat tahan lama atau cepat lelah. Pernafasan diafragma inilah yang baik digunakan untuk bernyanyi, karena pernafasan ini dapat di tarik lebih dalam dan dapat di tahan lebih lama. Latihan nafas yang paling efektif yaitu dengan suara mendesis atau dengan notasi. Perlu di ketahui bahwa pernafasan sukar di atur dan di kuasai apabila dalam keadaan :
• Kurang Sehat
• Rasa cemas, ketakutan, dan sedih
• Kurang konsentrasi karena demam panggung
3. Pembentukan suara
a. Organ Suara
Bila suara ada di pangkal tenggorokan merupakan sumber suara manusia.
Bunyi yg berasal dari selaput suara itu ada 2 macam yaitu desah dan nada. Bunyi desah itu semacam letusan pada selaput suara, frekwensi bunyi desah ini tidak teratur. Sedangkan nada yaitu suara kita yang sedang bernyanyi terdengar nyaring, karena selaput suara meregang rata dan seimbang hingga frekwensinya pun teratur.
Kemudian untuk mendapatkan suara yang indah dalam bernyanyi, nada yang berasal dari selaput suara harus di olah lagi dalam ruang resonansi dengan suara falsetto (suara palsu).
Suara falsetto ini harus masuk ke rongga-rongga resonansi yaitu rongga dada, rongga tekak, rongga sinus, rongga mulut, rongga kepala. Didalam rongga-rongga resonansi ini lah suara yang berasal dari pita suara di perlebar, kemudian di dalam rongga-rongga resonansi ini pulalah suara di olah dengan teknik-teknik vocal sehingga menghasilkan suara nada-nada yang indah.

Pengolahan Suara :
• Bentuk mulut dengan A, I, U, E, O
• Latihan pelemas bibir dengan pi pi pi pi, mo mo mo, mu mu mu
• Posisi lidah – lemas pada letaknya, tidak melengkung, jangan menjulur malampaui gigi




4. Artikulasi (Pengucapan)
Kata-kata harus di ucapkan dengan baik dan jelas. Misalnya ma, pa bukan menjadi me,moa, pe, poa, dsb Ucapan yang baik itu harus menggunakan alat-alat ucap yang ada di dalam mulut kita yaitu lidah, gigi, bibir dan pangkal lidah.
Untuk mempermudah ucapan kata-kata tersebut dapat diatur melalui rongga mulut serta posisi lidah dan bibir yang baik.

5. Resonansi
Resonansi berfungsi untuk memperluas dan memperindah suara sehingga terdengar merdu, nyaring dan menawan. Tentu di perlukan teknik-teknik resonansi seperti mengatur bentuk mulut, posisi bibir, posisi lidah sehingga merupakan kotak suara.
a. Pengucapan vocal A
Mulut harus terbuka seperti lagi menguap, lidah agak ditarik ke dalam dan ujung lidah menyentuh gigi bawah.
b. Pengucapan vocal E
Mulut di buka lebih kecil dari pengucapan vocal A, kemudian dilebarkan kiri dan ke kanan dan di bunyikan menggema.
c. Pengucapan vocal I
Bentuk mulut hampir sama dengan bentuk mulut pengucapan vocal E. Perbedaannya ialah bibir atas dan bibir bawah lebih di rapatkan dan di suarakan menggema.
d. Pengucapan vocal O
Mulut di buka sedikit lebar dan kedua bibir di bulatkan dan lidah di tarik ke dalam.
e. Pengucapan vocal U
Mulut di buka lebih kecil dari vocal A.

Setelah kita melakukan vocal dengan baik maka perlu berlatih menyuarakan huruf-huruf konsonan. Konsonan adalah huruf-huruf yang tidak berbunyi dan dapat berbunyi bila di hubungkan dengan huruf-huruf vocal, oleh karena itu dalam latihan menyuarakan konsonan di sertai dengan vocal. Konsonan dapat dibedakan menjadi beberapa macam :
• Huruf-huruf bibir (m, b, p)
• Huruf-huruf gigi (n, t, d)
• Huruf-huruf desis (s, c, z)
• Huruf-huruf langit-langit (h, g, k)

6. Phrasering
Aturan pemenggalan kalimat bahasa, atau kalimat musik menjadi bagian-bagian yang lebih pendek tetapi tetap mempunyai kesatuan arti.
Phrasering terdiri dari 2 macam yaitu :
• Phrasering kalimat bahasa
• Phrasering kalimat musik


7. Vibrato
Suara yang bergelombang (hidup) dalam bernyanyi, tidak semua kalimat lagu menggunakan vibrato, adakalanya kalimat lagu itu polos atau dikurangi. Vibrato yang berlebihan dapat mengubah nada dan vocal, sedangkan vibrasi yang di buat-buat akan memberi kesan seperti kedinginan

8. Penjiwaan
Musik adalah universal yaitu bahasa dunia. Dari musik dan melodinya kita dapat menjiwai lagu itu dan harus di pelajari seperti syairnya, dinamikanya, melodikanya, temponya, karakternya, dan nada dasarnya. Terutama penjiwaan lagu itu bila kita dapat menghapal lagu itu maka akan jauh lebih sempurna.
Musik itu indah dan musik adalah bahasa universal, melalui musik kita bisa menginterprestasikan makna dan tujuan dari lagu itu. Dengan kata lain musik adalah bahasa dunia.
Dengan melatih vocal kita bisa mendapatkan banyak manfaat :
a. Correcting your voice and speaking
b. Healthty
c. Enrich your imagination
d. Self confident

A. Correcting voice and speaking
Banyak orang yang bernyanyi dan bicara dengan menggunakan suara yang salah sehingga menghasilkan bicara yang tidak enak di dengar. Bicara yang tidak dapat di dikontrol dengan suara yang keras dan berisik, dengan posisi suara yang tegang, cepat capek dan lelah, terasa tenggorokan kering dan serak dan bernyanyi juga banyak yang salah sehingga banyak menghasilkan nada-nada yang sumbang (false) dengan ucapan-ucapan yang tidak jelas. Nada-nada tinggi yang tidak tercapai dan nada-nada rendah yang tidak tepat sehingga menghasilkan suara dan nada yang tidak merdu, suaranya kasar, cepat lelah dan pita suara nya akan serak.
Jika sering dilakukan akan mengakibatkan kerusakan pita suara, ini sangat berbahaya, harus cepat disembuhkan yaitu dengan latihan vocal yang benar.

B. Healthy
Dengan melatih vocal kita bisa menolong dan mencegah bagi kesehatan kita dari berbagai macam penyakit :
- Penyakit pita suara
- Penyakit asma
- Penyakit sinusitis
Manfaat melatih vocal bisa menyembuhkan penyakit ini yaitu dengan menggetar resonansi di rongga sinus. Tiap hari dilatih sehingga rongga sinus nya bersih dari lendiran-lendiran yang menempel di rongga itu.
- Penyakit jantung
- Penyakit stress
- Penyakit stroke ringan
- Awet Muda
C. Enrich your imagination
Melatih vocal bisa menambah daya imaginasi kita, kita bisa mencipta lagu, menghayal dengan gembira, menghayal dengan sedih, rindu dan mengasihi.
Satu lagi nih keajaiban musik. Musik ternyata nggak hanya mengaduk-aduk perasaan pendengarnya. Selain bisa membuat kita tertawa dan menangis, musik juga bisa menyembuhkan penyakit. Tidak penyakit psikis alias mental. Bahkan konon kabarnya, musik bisa menyembuhkan orang gila menjadi normal kembali.
The magic of music, kita bisa menyebutnya demikian. Musik-musik tertentu mempunyai sihir yang dapat menyenangkan hati dan menenangkan pikiran. Musik memiliki magnet untuk menarik perhatian dan merasang fungsi otak. Ia juga mudah dimengerti, asyik dinikmati, dan sangat efektif sebagai alat bantu mengingat. Ini yang membuat musik punya pengaruh besar dalam penyembuhan.
Julius Portnoy, seorang pakar musik seperti yang dijelaskan dalam majalah gadis, mengatakan kalau musik juga bisa mengubah laju metabolisme tubuh, meningkatkan dan menurunkan tekanan darah serta mempengaruhi energi tubuh. Akibatnya, tubuh yang awalnya tegang bisa sedikit mengendur dan kembali tenang setelah mendengarkan musik yang berirama tenang. Dalam keadaan tenang inilah tubuh kita terangsang untuk menghasilkan hormon endofrin yang membuat diri kita menjadi rileks.
Mau tau nggak cara musik menyihir dan menyembuhkan pasien-pasiennya? Nih, saya kasih tau rahasianya.
Dengan bernyanyi. Menyanyi digunakan untuk membantu orang yang menderita gangguan bicara agar bisa melatih artikulasi dan mengatur pernapasan. Setiap lagu yang dinyanyikan akan membantu mereka mengingat pengucapan kosakata baru. Sementara setiap lirik yang dilafalkan bisa membantu mereka yang mengalami gangguan ingatan.
Memainkan alat musik. Bermain alat musik bisa membantu mereka yang bermasalah dalm mengontrol emosi. Mempelajari alat musik juga akan membantu mengembangkan kemampuan musikal sekaligus mengembangkan kepercayaan diri, harga diri, dan disiplin.
Mencipta lagu. Ini berguna untuk mengembangkan rasa kooperatif dan saling berbagi rasa, ide, dan pengalaman. Khusus untuk anak-anak, dengan membuat lagu akan mendorong mereka untuk mengekspresikan diri dan memahami rasa takut.
Dengarkan musik. Mendengarkan dapat membantu mengembangkan kemampuan kognitif, seperti perhatian dan ingatan. Mendengarkan musik juga membantu pikiran menjadi rileks.
Oh ya, sihir musik ini tidak hanya bisa bagi orang sakit saja, lho. Tapi juga buat kamu-kamu yang sehat. Biasanya musik digunakan buat orang sehat yang ingin menambah spirit hidup. Ini terbukti dari banyaknya orang yang menggunakan musik sebagai kebutuhan sehari-hari. Misalnya, waktu kita belajar, dalam perjalanan, sampai saat akan tidur.
Jelas kan betapa kuatnya sihir musik itu. Bak kata Albus Dumbledore, “musik… more magic than magic it self!”. (kesehatan masyarakat Unand)


sumber:http://dr-jackal-musik.blogspot.com/2010/10/teknik-cara-mengatur-pernafasan-saat.html

1 komentar:

Poskan Komentar